Sabtu, 06 Desember 2014

I miss u

Lama nian aku tidak berjumpa dengannya.. jujur aku merindukannya setiap hari dan masih akan selalu merindukannya namanya yang dulu selalu kusebut dalam hatiku, tetap terucap di benakku. Entah mengapa kemarin mama menayakan hal yang sama sekali tak kuduga pertanyaan yang selama ini tak pernah keluar dari pribadinya yang kukenal cuek. (mungkin bagi temanku 'Fit' setuju akan pernyataan ini, karena ia segan apabila melihat wajah mama-ku meski mereka belum pernah saling menyapa) mama bertanya, kapan aku akan 'menyusul' kakakku yang telah menikah tentu saja aku kaget hal yang sebelumnya aku anggap biasa apabila tante & sepupu-sepupuku tanyakan sebelumnya mendadak jadi beban dipikiranku. Bagaimana mungkin mama mendesakku untuk menikah padahal kedua kakak perempuan tertuaku masih perawan hingga kini. Namun beliau sepertinya tak terlalu merisaukan hal itu, dan kenapa aku? kenapa harus aku yang dituntut menikah? Bukan aku tak ingin, tapi hingga kini.. hatiku belum berlabuh dihati seorang pria manapun Tiba-tiba aku jadi teringat dia yang jauh di sana yang mungkin belum sempat menyatakan rasa sukanya terhadapku secara langsung Aku bahkan mengkhawatirkan permintaan mama mungkinkah aku akan sempat membawa calon menantu dihadapannya Allah.. bantu aku tuk memperoleh kesempatan itu sebelum ajal menjemputku.. Amiin