Senin, 26 April 2010

Pamrikah kita?

Si A memberikan bantuan hanya kepada orang tertentu, dan mengharapkan sesuatu. Ketika menolong si ibu, ia mesti didesak/didorong oleh orang lain ( dalam kasus ini adalah teman kampusnya yang kebetulan satu bis).
Apakah kita termasuk seperti si A, ketika menolong sesama?
Pamrikah kita?

Ketika menolong, apakah kita memandang siapa yang kita tolong? Sebagai contoh, seorang mahasiswa (si A)yang dengan semangatnya mengantarkan seorang mahasiswi baru yang mencari ruang dosen. Namun ketika seorang ibu tidak memperoleh tempat duduk di dalam bus, si A enggan memberikan tempat duduknya pada si ibu. Ketika seorang temannya mendesak agar dia berdiri saja dan memberikan tempat pada si ibu, barulah si A mau berdiri dan mempersilahkan si ibu duduk ditempatnya. Hal ini jelas bahwa si A
Pamrih kah kita?

Menolong sesama merupakan bentuk kepedulian kita, pribadi kita dan atas keinginan sendiri. Tanpa paksaan, lebih baik jika tanpa paksaan apalagi mengharapkan imbalan. Banyak dari mereka dari golongan yang sama, sudi untuk menolong. Mereka yang hidup sederhana dan pernah mengalami kesulitan ekonomi, mau memberi sedekah ketika melihat si miskin disekitarnya. Sementara si kaya, melirikpun tidak. Alangkah mulianya jika mereka yang diberi kelimpahan rezeki dari Tuhan. Mau memberi dan berbagi..