Sabtu, 24 Juli 2010

Ia akan rela melepaskanmu jika dirasakannya kamu tak bisa bahagia bersamanya, yang menurutmu itu merupakan hal yang menyakitkanmu. Sebenarnya ia hanya ingin membuatmu bahagia.
Mungkin ia tidak akan menelponmu saat kamu marah. Yang sebenarnya ia membiarkanmu untuk menenangkan diri sejenak, bahkan mempercayaimu untuk dapat mengintrospeksi diri, ia menganggap kamu bisa melakukannya seorang diri karena kamu begitu dewasa dimatanya.
Lalu, beberapa saat kemudian ia akan menanyakan keadaanmu walau secara tak langsung. Bisa jadi itu hanya berupa pesan di handphone-mu.
Ia akan mengatakan sesuatu padamu cukup sekali, karena ia percaya bahwa kamu tentu akan memahami itu, memahaminya.
Kadang ia tidak melakukan hal-hal yang kamu inginkan seperti yang ada di sinetron, drama ato film. Dan kamu menganggapnya tidak romantis. Sebenarnya ia tak pandai merayu, namun disaat ia bersikap romantis maka kamu akan kaget dibuatnya, dan moment ini akan sangat berharga sebab bukan sesuatu yang biasa.
Ia begitu peduli terhadapmu, bahkan mengkhawatirkanmu . Itu sebabnya ia akan marah-marah bahkan mengeluh saat kamu tidak membalas pesan atau telponnya.
Ia tak akan memberikan janji apapun dengan mudah kepadamu, karena ia tak mau mengingkari itu.
Namun dalam tujuan hidupnya hanya ingin membuatmu bahagia selamanya bersamanya.
Saat ia menjatuhkan airmatanya hanya untukmu, hanya di hadapanmu, cobalah tuk menghapus air mata itu, maka kamu telah menyentuh hatinya yang terdalam. Dimana hati itu akan bergetar untuk kamu. Dan berterimakasih kepadamu.
Ia sering membuatmu marah, jengkel, kesal?
Memang, dan ia tak pernah tahu hal-hal bodoh apa yang sudah ia lakukan terhadapmu, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu. Ia begitu peduli terhadapmu.
Ia akan menyimpan semua benda yang telah kamu berikan atau benda-benda yang ada hubungannya denganmu, walaupun hanya secarik kertas bertuliskan namamu. Maka dia benar-benar menyimpan perasaan suka yang dalam terhadapmu.
Ia akan selalu berusaha untuk membuatmu tersenyum bahkan tertawa, meski kadang caranya dapat membuat kamu bingung bahkan aneh dimatamu.
Disetiap kata-kata yang kamu ucapkan, akan selalu diingatnya, bahkan yang tidak disengaja sekalipun. Dan nantinya ia akan menggunakan kata-kata itu, tepat waktunya.
Dia jarang memujimu, dan itu akan membuatmu bertanya-tanya apakah sebenarnya dia menyukai apa-apa darimu. Jawabannya adalah ya. Begitu banyak yang ia suka darimu, bahkan semuanya. Dan ia hanya dapat mengatakannya dalam hati saja, kamulah yang terbaik, dan hanya dia yang tahu.
Bila kamu bertanya pada seseorang yang mencintaimu:
''mengapa kamu mencintaiku?'' dan ia tak dapat memberikan alasannya, maka sesungguhnya cintanya sangat tulus padamu, sehingga ia tak memerlukan alasan kenapa ia cinta kamu dan ia tak menuntut hal-hal yang baik darimu. Ia mencintaimu apa adanya. Dan dia hanya tahu, dimatanya, kamulah satu-satunya..

Senin, 26 April 2010

Pamrikah kita?

Si A memberikan bantuan hanya kepada orang tertentu, dan mengharapkan sesuatu. Ketika menolong si ibu, ia mesti didesak/didorong oleh orang lain ( dalam kasus ini adalah teman kampusnya yang kebetulan satu bis).
Apakah kita termasuk seperti si A, ketika menolong sesama?
Pamrikah kita?

Ketika menolong, apakah kita memandang siapa yang kita tolong? Sebagai contoh, seorang mahasiswa (si A)yang dengan semangatnya mengantarkan seorang mahasiswi baru yang mencari ruang dosen. Namun ketika seorang ibu tidak memperoleh tempat duduk di dalam bus, si A enggan memberikan tempat duduknya pada si ibu. Ketika seorang temannya mendesak agar dia berdiri saja dan memberikan tempat pada si ibu, barulah si A mau berdiri dan mempersilahkan si ibu duduk ditempatnya. Hal ini jelas bahwa si A
Pamrih kah kita?

Menolong sesama merupakan bentuk kepedulian kita, pribadi kita dan atas keinginan sendiri. Tanpa paksaan, lebih baik jika tanpa paksaan apalagi mengharapkan imbalan. Banyak dari mereka dari golongan yang sama, sudi untuk menolong. Mereka yang hidup sederhana dan pernah mengalami kesulitan ekonomi, mau memberi sedekah ketika melihat si miskin disekitarnya. Sementara si kaya, melirikpun tidak. Alangkah mulianya jika mereka yang diberi kelimpahan rezeki dari Tuhan. Mau memberi dan berbagi..